Kamis, 14 Juni 2012

ASKEP PADA KLIEN DENGAN KLAMIDIA


unmuh FIKESnew 








ASKEP PADA KLIEN DENGAN KLAMIDIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
KMB




Oleh :
AHMAD FIRMAN ISMAIL
0911011068







PRODI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2011


ASKEP KLAMIDIA
1.  PENGERTIAN
Klamidia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus chlamydia trachomatis (klamidia trakomatis). Klamidia, sering menyebabkan apa yang dinamakan uretritis non spesifik yakni radang saluran kemih yang tidak spesifik, yang dikenal merupakan salah satu infeksi/penyakit, akibat dari hubungan seksual yang terjadi pada pria. Sedangkan pada wanita klamidia lebih sering menyebabkan cervicitis (serviksitis), yaitu infeksi leher rahim, dan penyakit peradangan pelvis (pinggul/panggul), bahkan menyebabkan infertilitas. (Bruner & Suddert, 2001).
Penyakit Klamidia tergolong dalam infeksi menular seksual (IMS) pada manusia yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Istilah infeksi Klamidia dapat juga merujuk kepada infeksi yang disebabkan oleh setiap jenis bakteri dari keluarga Chlamydiaceae. C. trachomatis hanya ditemukan pada manusia. dapat merusak alat reproduksi manusia dan penyakit mata.
Klamidia lebih sering terdapat pada wanita. ketika seorang wanita telah tertular maka klamidia dapat menyebabkan Penyakit Radang Panggul (PRP) yang dapat menyebabkan wanita tersebut menjadi mandul (tidak dapat mempunyai anak).

2.  ETIOLOGI
Chlamydia trachomatis yang terutama menyerang leher rahim. Biasanya menyerang saluran kencing atau organ-organ reproduksi. Pada wanita, menyebabkan infeksi di mulut rahim, sedangkan pada pria, menyebabkan infeksi di urethra(bagian dalam penis). Sebanyak 75 persen penderitanya, tidak mendapatkan gejala penyakit ini. Kalaupun muncul gejala, pada wanita, hanya berupa keputihan. Penyakit menular seksual (PMS) yang satu ini, dapat menular atau ditularkan pasangan. Masa inkubasi:7 sampai 12 hari. (Bruner & Sudert 2001)

3. KLASIFIKASI
Klamidia yang menyebabkan penyakit pada manusia diklasifikasikan menjadi 3 spesies :
1.      Chlamydia psittaci, penyebab psittacosis
2.      C. trachomatis, termasuk serotipe yang menyebabkan trachoma,infeksi alat kelamin (lihat bawah), Chlamydia conjunctivitis dan pneumonia anak dan serotipe lain yang menyebabkan Lymphogranuloma venereum
3.      C. pneumoniae, penyebab penyakit saluran pernapasan termasuk pneumonia dan  merupakan penyebab penyakit arteri koroner

4. CARA PENULARAN
Klamidia menyebar dengan cara berhubungan seks tanpa pelindung dengan seseorang yang telah terinfeksi.

5. TANDA DAN GEJALA
     Pada perempuan  :
a.       Keinginan untuk sering buang air kecil dan ketika buang air kecil akan merasakan adanya rasa seperti terbakar atau rasa tidak nyaman.
b.      Menimbulkan keluhan keputihan yang disertai nyeri pada saat BAK  dan adanya mukopurulen dan perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
c.       Penularan tidak disadari, karena kebanyakan perempuan yang terinfeksi tidak merasakan gejala
d.      Pasien biasanya datang dengan stadium lanjut
e.       Rasa sakit setelah melakukan hubungan seksual
Pada laki-laki  :
a.       Keinginan untuk sering buang air kecil dan ketika buang air kecil akan merasakan adanya rasa seperti terbakar atau rasa tidak nyaman.
b.      Keluar cairan di uretra berupa lender yang jernih samapi keruh terdapat bercak pada celana dalam terutama pada pagi hari
c.       Pelvisnya bengkak karena terjadi Epedidimitis

6. KOMPLIKASI
a.      Radang panggul
b.     Radang pelvis
c.      Infertilitas
d.     Endometritis postpartum
e.      Epididimitis
f.      Konjungtivitis
g.     pneumonia

7. CARA-CARA PEMBERANTASAN.
A.     Cara pencegahan.
1).     Penyuluhan kesehatan dan pendidikan seks : sama seperti sifilis (lihat Sifilis, 9A) dengan penekanan pada penggunaan kondom ketika melakukan hubungan seksual dengan wanita bukan pasangannya.
2).     Pemeriksaan pada remaja putri yang aktif secara seksual harus dilakukan secara rutin. Pemeriksaan perlu juga dilakukan terhadap wanita dewasa usia dibawah 25 tahun, terhadap mereka yang mempunyai pasangan baru atau terhadap mereka yang mempunyai beberapa pasangan seksual dan atau yang tidak konsisten menggunakan alat kontrasepsi. Tes terbaru untuk infeksi trachomatis dapat digunakan untuk memeriksa remaja dan pria dewasa muda dengan spesimen urin.

B.     Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitar.
1).     Laporan pada instansi kesehatan setempat; laporan kasus wajib dilakukan dibanyak negara bagian di AS, Kelas 2B (lihat Tentang pelaporan penyakit menular).
2).      Isolasi : tindakan kewaspadaan universal, bisa diterapkan untuk pasien rumah sakit. Pemberian terapi antibiotika yang tepat menjamin discharge tidak infektif; penderita sebaiknya menghindari hubungan seksual hingga kasus indeks, penderita atau pasangannya telah selesai diberi pengobatan yang lengkap.
           3).     Disinfeksi serentak :
Pembuangan benda-benda yang terkontaminasi dengan discharge uretra dan vagina, harus ditangani dengan seksama.
4).      Karantina : tidak dilakukan.
5).      Imunisasi kontak : tidak dilakukan.
6).      Investigasi kontak dan sumber infeksi.
Pengobatan profilaktik diberikan terhadap pasangan seks lain dari penderita, dan pengobatan yang sama diberikan kepada pasangan tetap. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi dan belum mendapat pengobatan sistemik, foto thorax perlu diambil pada usia 3 minggu dan diulang lagi sesudah 12 – 18 minggu untuk mengetahui adanya pneumonia klamidia sub klinis.
C.     Cara mengurangi resiko
1)      Puasa mekukan hubungan seks
2)      Batasi partner seksual
3)      Gunakan kondom dengan benar
4)      Cek kesehatan 

8. TERAPI
Terapi yang biasanya digunakan adalah
a.       Antibiotika, minum obat secara teraturPartner seksualnya juga harus diobati
Obat antibiotik :
ü  Doksisiklin 2 x 100mg selama 1 minggu atau lebih
ü  Tetrasiklin 4 x 500 selama 1 minggu atau lebih
ü  Eritromisin 4 x 500mg selama 1 minggu atau lebih
ü  Azitromisin 1 gram dosis tunggal

9. PENDIDIKAN PASIEN DAN PENCEGAHAN
Target untuk pendidikan dan pencegahan terhadap klamidya pada pasien adalah populasi remaja dan dewasa muda. Pantangan, menunda usia untuk terpajan hubungan seksual sejak awal membatasi jumlah pasangan seksual dan penggunaan kondom untuk pencegahan harus dipromosikan atau dianjurkan. Harus ditekankan bahwa penyaringan untuk klamidya dan penanganan infeksi pada tahap awal adalah metode penting untuk menurunkan proses penyakit yang umum pada wanita untuk untuk menurunkan infeksi pada bayi.



ASUHAN KEPERAWATAN
1.      PENGKAJIAN
a.     Riwayat
·         Riwayat penyakit dahulu     :  gatal-gatal pada kemaluan dan adanya keputihan.
·         Riwayat penyakit sekarang  :  nyeri pada bagian pelvis, nyeri saat buang air kecil.
·         Riwayat penyakit keluarga   :  tidak ada penyakit yang berhubungan dengan klamidia

b.    Pemeriksaan fisik
Inspeksi  :
-         Adanya keputihan
-         Adanya bercak-bercak keputihan pada celana dalam laki-laki.
-         Kulit kelamin berwarna kemerah-merahan.

Palpasi  :
                  Kelenjer inguinal dipalpasi untuk mengetahui adanya nyeri tekan dan bengkak. Wanita diperiksa untuk adanya nyeri tekan abdominal dan rahim. Mulut dan tenggorokan untuk mencari tanda peradangan atau eksudat.

2.              DIAGNOSA KEPERAWATAN
a.    Gangguan rasa nyaman:nyeri berhubungan dengan rasa terbakar, bau  atau gatal-gatal akibat infeksi.
b.    Ansietas berhubungan dengan lamanya  penyembuhan penyakit gejala yang muncul.
c.    Disfungsi seksual berhubngan dengan keterbatasan yang dimungkinkan oleh gejala-gejala(kelelahan ,penurunan libido, depresi) rasa penolakan oleh pasangan.
d.   Harga diri rendah berhubungan dengan peraasaan malu karena penyakit yang diderita, koping individu tidak efektif
e.    Resiko infeksi berhubungan dengan penularan penyakit yang terpajan.
f.     Kurang pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit.

3.              INTERVENSI KEPERWATAN
a.            Gangguan rasa nyaman:nyeri berhubungan dengan rasa terbakar, bau  atau gatal-gatal akibat infeksi.
1.      Mandiri:
·         Kaji keluhan nyeri,perhatikan lokasi,frekwensi dan waktu.
·         Dorong pengungkapan perasaan
·         Kaji tanda-tanda non ferbal nyeri
·         Berikan tindakan kenyamanan non farmakologis
2.      Bantu pasien dalam mengambil posisi yang nyaman
3.      Ajarkan teknik relaksasi
4.      Berikan lingkungan
·         Okservasi efek -efek  yang diinginkan dan efek samping obat-obatan
Kolaborasi :
·         Berikan analgesic atau antipiretik  
·         Konsul dengan dokter jika tindakan gagal untuk penghilangan nyeri adekuat atau bila perubahan dosis atau interpal obat nyeri diperlukan
·         Hasil yang dharapkan
·         Pasien mengungkapkan penurunan rasa nyeri

b.    Ansietas berhubungan dengan lamanya  penyembuhan penyakit gejala yang
Mandiri :
·                     Jamin pasien tentang kerahasiaan dalam batasan situasi tertentu
·                     Pertahankan hubungan yang baik dengan pasien .
·                     Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis
·                     Hindari argumantasimengenai persepsi pasien terhadap situasi tertentu.
·                     Waspada terhadap tanda-tanda penolakan depresi misalnya,manarik diri,marah
·                     Berikan lingkuangan terbuka dimana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untu berbicara
·                     Izinkan pasien mengekspresikan rasa marah, takut, dan putus asa
·                     Berikan informasi bahwa perasaannya adalah normal
Kolaborasi;
·                     Rujuk pada konseling psikiatri

c.    Disfungsi seksual berhubngan dengan keterbatasan yang dimungkinkan oleh gejala-gejala(kelelahan ,penurunan libido, depresi) rasa penolakan oleh pasangan
Mandiri:
·                     Beri privasi saat mendiskusikan seksualitas
·                     Tentukan pengetahuan dan sikap dalam mengenali penyakit yang dialami dan tentang seksualitas
·                     Berikan kesempatan mengekpresikan masalah, perasaan marah, anietas, dan frustasi
·                     Jelaskan kenormalan ekspresi perasaan
·                     Denganrkan secara aktif
·                     Berikan waktu khusus dan dorong pasien untuk mendiskusikan masalah dan perasaan dengan pasangan seksual
·                     Dorong pasangan untuk menfokuskan kekuatan dari hubungan mereka dan menentukn pengaruh dari perubahan ekspresi seksual
Kolaborasi:
·                     Libatkan pasangan seksual pasien.

d.   Harga diri rendah berhubungan dengan persaan malu karena penyakit yang diderita, koping individu tidak efektif
·         Bantu pasien untuk meningkatkan penilaian dirinya terhadap penilaian dirinya
·         Dorong pasien unuk mengungkapkan perasaannya dan penerimaan terhadap diri serta penyakit yang dialami
·         Ajarkan keterampilan prilaku yang positif melalui diskusi
·         Kaji perubahan-perubahan terbaru pada pasien yang dapat berpengaruh terhadap harga diri rendah
·         Beritahu pasien bahwa perasaan yang dialami normal dan beri dukungan/ support pada pasien untuk meningkatkan harga diri
·         Libatkan keluarga/orang terdekat untuk memberi dukungan pasien

e.     Resiko infeksi berhubungan dengan penularan penyakit yang terpajan
Mandiri:
·                     Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak perawatan dilakukan
·                     Berikan lingkungan yang bersih dan berventilasi baik.
·                     Pantau tanda-tanda vital dan tanda-tanda infeksi.
·                     Gunakan sarung tangan selama kontak langsung dengan sekret
Kolaborasi
·                     Berikan antibiotic

f.     Kurang pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit
Mandiri:
·                     Berikan informasi tentang penyakit dan metode pencegahan
·                     Tinjau ulang proses penyakit dan apa  yang menjadi harapan dimasa depan
·                     Tentukan tingkat ketergantungan dan kondisi fisik
·                     Tinjau ulang cara penularan penyakit
·                     Jelaskan aturan obat-obatan, interaksi dan efek samping
·                     Tekankan perlunya melanjutkan perawatan kesehan dan evaluasi
·                     Tekankan pentingnya mendapatkan informasi baru

4. EVALUASI
·         Nyeri dapat diatasi
·         Ansietas dapat diatasi
·         Resiko infeksi dapat diminimalkan
·         Pasien mengetahui tentang penyakit yang telah dialamminya




DAFTAR PUSTAKA

·         http://imamifi.blogspot.com/2011/03/askep-klamidia.html
·         Natadidjaja, hendarto. 1990. Kapita Selekta Kedokteran. Bina Rupa Aksara: Jakarta.
·         Prof. DR. Djuanda, Adhi. 1999. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 3. Balai Penerbit FKUI: Jakarta.

3 komentar:

  1. by: OBAT KEPUTIHAN
    Terima kasih untuk berbagi informasi dengan kami , Setelah membaca artikel Anda saya menjadi sangat tertarik dengan blog yang Anda kelola

    BalasHapus
  2. Tahukah anda bahwa hewan laut bernama teripang emas ternyata memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan diantaranya adalah mampu dijadikan Obat Infeksi Pencernaan, Obat Bopeng, Obat Keloid, Obat Infeksi Paru paru, Obat Kusta Alami hal tersebut bukan tanpa bukti melainkan telah banyak orang yang meraskan khasiat dan manfaat luar biasanya.

    BalasHapus
  3. I do not know if you would be interested in my case.Here is Dr Itua Contact Information,drituaherbalcenter@gmail.com Or www.drituaherbalcenter.com He talks on Whatsapp too.
    I was treated for Hepatitis C genotype 2 commencing on january 14, 2017. I was treated with Dr Itua Herbal Medicine which he prepared and send to me Via EMS Courier service and I received it @ Ohio Post Office .I drank for two weeks as he instructed me to and I was cured.Just in two weeks,Isn’t that joyful.yes i’m happy and my heart fills with joy.
    I carry a high risk of Lymphoma relapse due to constant exposure to the hepatitis C virus.
    In order for me to have the maximum chance of a cure from my Non-Hodgkin's Lymphoma, Hepatitis C must be treated in a timely manner or my life hangs in jeopardy. Dr Itua made my life meaningful again.And to my friend Nicky who directed me to Dr itua herbal center i forever indebted to you my dear friend.Doctor Itua Assured me he can as well cured the following disease,HIV,COPD,DIABETES,HERPES VIRUS,HEPATITIS,

    BalasHapus